Tampilkan posting dengan label Privacy. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Privacy. Tampilkan semua posting

PINDAH ALAMAT

Saya telah berpindah alamat. Untuk segala ide, pemikiran, dan bentuk tulisan terbaru akan saya posting ke:

http://jalaluddin-rumi-p.blog.ugm.ac.id/

terima kasih,
Hormatku

Jalaluddin Rumi Prasad

Bukan Jawaban Keresahan...

Hari ini saya membuka facebook-ku dan ternyata ada message yang masuk dari sahabat saya di geografi, karena pesan tersebut berisi keresahan 'kolektif' jadi saya putuskan untuk mempublishnya saja di blog ini:

Pertanyaan:
Ass.......

"masa depan tergantung apa yang kita lakukan pada hari ini" meskipun tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti masa depan seseorang.

Aq masih penasaran dengan Kata2 kanda di warung dg. Lu tentang cermin penghalang dunia simulasi dengan dunia nyata khusunya untuk mahasiswa geografi.

terus terang, sering aku di hantui oleh keraguan....... apakah saya bisa menembus dan melewati kaca penghalang itu sehingga ilmu yang saya terima selama beridentitas sebagai mahasiswa, dapat saya jadikan sebagai jurus jitu untuk menaklukkan tantangan di dunia nyata....

sesungguhnya bukan hanya saya yang mengalami perasaan itu. khususnya teman2 ankatan 06 mengalami hal yang serupa dengan saya

maka dari itu, kami berharap bantuan dari kanda2 senior maupu kanda2 alunmi.

Salam Geografi........
Jawaban:

Wa'alaikum salam waRahmatulLahi...

Salam Geografi...

"dengarkan keluhan alam dan berdialoglah dengannya"
Ruang simulasi adalah ruang fiktif, dalam dunia nyata lebih tepat digambarkan dengan 'laboratorium' sama halnya dengan 'multimedia', semua itu untuk memberikan kita GAMBARAN mengenai apa yang terjadi dengan kehidupan diluar kehidupan diri kita.
Misalnya untuk mengetahui identitas gunung bawakaraeng, kita menganalisa sampel batuan, tanah, vegetasi, dan lain sebagainya di laboratorium dan selanjutnya melihat tampilan foto maupun film gunung bawakaraeng untuk mendapatkan GAMBARAN lebih jelas mengenai-nya.

CELAKANYA... kita cenderung puas dan merasa bangga dan berhenti ketika telah mampu mengidentifikasi sampel batuan, tanah, vegetasi dan menyaksikan foto maupun film-nya... seolah-olah itulah gunung bawakaraeng dan mulailah kita berkoar-koar dan menjelaskan dimana-mana tentang gunung bawakaraeng tersebut, padahal pengetahuan kita masih SIMULASI atau GAMBARAN saja. Begitupun dengan "geografi" setelah kita mempelajari filsafat-filsafatnya dan metodology serta empirikal ilmunya kitapun kemudian kampanye dimana-mana "AKULAH SANG GEOGRAFER"... padahal tidak disadari bahwa kesemuanya itu hanyalah fiktif belaka. Mulailah muncul perasaan euforia, bangga, gengsi, dan lain sebagainya untuk memasuki kehidupan lain di iringi dengan ciri 'rasa enggan' untuk pindah dunia dari simulasi ke REALITY.

Persoalan yang dihadapi:

1) ...Hadirnya kecemasan dalam "diri" mengenai yang sedang dijalani...
2) ...Resah menatap masa depan...

Solusi dari saya:

1) keluar dari 'EGO'+'is' dan "PERHATIKAN" realitas yang sedang terjadi di "alam realitas kehidupan"... diantaranya alam keterbelakangan masyarakat, alam manipulatif dan hegemoni ilmu yang berlangsung, alam keserakahan ekonomi, alam ketidak adilan penguasa, alam dampak eksploitasi alam dan realitas alam lainnya. Buat simpulan, argumentasi, asumsi, dari analisa kita lalu antarkan masuk dalam dunia SIMULASI yang sedang dilalui. Dengan hanya mem-PERHATIKAN saja, kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya kita telah membangun JEMBATAN ke-2 alam yang berbeda tersebut (alam simulasi dan alam realitas).

warning:
-----> Jangan menunggu terlalu lama untuk berbuat dan berkarya dan Jangan merasa terlambat (apalagi sok tua atau sok senioritas) untuk berbagi dengan yang lain. Karena sesungguhnya itulah 'Ego'+'is' yang menghalangi kita membangun jembatan.

2) Resah adalah "bisikan syetan" dan Keyakinan adalah "Syrat'al Mustaqim".... silahkan di pilih.

Keresahan hadir karena adanya kekurangan yang tidak terdefenisikan oleh diri kita sendiri. Maka mulailah dengan mengidentifikasi apa yang lemah dari diri kita lalu jawab kelemahan dan kekurangan itu. Teman-teman sudah terlalu banyak diberikan Pengetahuan dan Ilmu oleh sang-Pencipta walaupun Dia juga bersabda "Wamaa 'utiytum minal 'Ilmi Illah qalylam" tapi ketidak mampuan membaca realitas alam sekitar dan alam global membuat kita seperti "tidak tahu apa-apa" dan disitulah IBLIS masuk membawa senjata pemusnah massalnya yang bernama KERESAHAN. Terlalu banyak yang harus di tambal oleh alam ini... dan kita ditunggu oleh lubang tersebut. Dimanakah posisi kita??? berdialoglah pada alam dan biarkan alam yang memberi jawaban. Bukan saya, bukan senior, bukan dosen, bukan pemerintah, bukan ........ TAPI DIRI KITA SENDIRI.

penutup sementara:
...UNTUK BISA TUMBUH SECARA LARAS
KITA HARUS KERJA KERAS
DAN PUNYA KREATIVITAS
BUKANNYA MENUNGGU FASILITAS DARI ATAS...


Posting tersebut bukan "satu-satunya" solusi tapi saya berharap bisa memberi sumbangsih. Trims sobat untuk mengingatkan kembali....

Mimpi yang aneh...

Setelah menyusun Buku Notulensi Konsolidasi region ANBTI Sulawesi Maluku


Malamnya saya bermimpi, kebetulan tertidur dalam kelelahan dimana baru saja menyelesaikan ‘Buku Notulensi’ Konsolidasi Bhinneka Tunggal Ika. Mimpi itu seperti nyata dan saya mengenal aktor-aktor dalam mimpi itu dengan sangat jelas. Oh iya … sepertinya saya harus menyebutkan tanggal supaya tidak tersesat dalam sejarah posting ini nantinya, saat itu tanggal 25 februari 2009. Dalam memori saya waktu itu, saya melihat hanyku tersayang, Samrina Jayusman terus sobatku di prukut Ipink dan seseorang yang saya tidak kenal, namun seperti pernah melihatnya. ‘bout mimpi itu saya singkat saja…

Rina duduk di teras sebuah rumah panggung dengan baju yang saya kenal betul karena sering dia kenakan kalau keluar denganku untuk hal-hal yang sifatnya santai, sebuah baju kaos berwarna merah dengan lengan panjang + jeans. Dia duduk sambil (kalau tidak salah) memperhatikan kebersihan kukunya seperti yang selalu dia lakukan di halaman rumahnya di jalan mappaouddang. Ipink menggunakan baju berwarna hitam dan sedang ngobrol denganku di bawah kolong rumah. Kondisi existing rumah tersebut adalah rumah panggung tepat di pinggir laut dengan kesibukan pekerjaan sebuah proyek konstruksi  fisik bangunan yang sepertinya sedang membangun pondasi dia atas garis pantai.

Di atas sebuah pondasi, saya melihat sebuah perempuan berdiri sendiri dengan mengenakan baju kaos berwarna putih dengan rambut seleher, beberapa kali melihat kearah kami (saya dan ipink) yang sedang berdialog. Ipink kemudian beranjak pergi dan saya melihat kearah Rina dengan maksud mendatanginya, namun masih dua langkah tiba-tiba saya meihat kearah perempuan tersebut yang ternyata sedang menceburkan diri kedalam laut. Saya kaget dan berlari sambil melompat dengan meceburkan tangan yang mengarah kedepan lebih dulu dan merapatkan kedua kaki di belakang dengan maksud menyelam. Tapi koq aneh yah? Saya tidak merasa nafas saya terganggu di dalam air begitupun dengan penglihatan saya. 

Saya mengayunkan badan kearah kiri dan melihat perempuan tersebut mengapung rileks di dalam air laut sambil mengarahkan tangan kanannya kearahku seolah-olah hendak berkenalan. Saya tiba-tiba merasa lupa dengan keanehan yang sedang terjadi bahwa saya sedang melanggar hukum alam yaitu dapat berkomunikasi di dalam air dan menyambut tangannya dengan tangan kananku dan menyelesaikan ritual perkenalan ini. Saat mengajaknya kembali kepermukaan, saat itulah saya terbangun.



KEKALAHANKU MALAM Itu…

Semalam saya mengikuti turnamen billyard di sebuah tempat permainan billyard di kota Makassar, keikut sertaan tersebut bukannya karena saya merasa jago atau mengharapkan juara, sama sekali bukan.

Rutinitas keseharian yang terlalu kompleksitas dan menghabiskan begitu banyak energi dan tenaga membuat saya mencoba untuk mengimbanginya dengan sebuah kegiatan yang sedikit lebih rileks dan jauh dari kegiatan money oriented…

Itulah alasannya ketika teman saya menghubungi untuk mengikuti turnamen … ya saya ikut saja. Al hasil dibabak penyisihan saya sudah kalah telak 2 kosong dan saya cukup puas. Dimulai dengan melakukan saya berkesempatan untuk melakukan break pertama.

Kesembilan bola terhambur ke seluruh penjuru meja ketika saya melakukan shooting dengan energy secukupnya. Satu bola bernomor 3 pada saat itu masuk sehingga dapat giliran untuk melakukan shooting berikutnya.

Kuakui bahwa saat itu saya sudah tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Mata terasa sangat berat dan mengantuk telah mendukung membuyarkan konsentrasiku. Bola satu masih menunggu untuk di shoot, tapi anehnya saya mengarahkan ke bola nomor 2 dengan teknik side spin kea rah bola 4.

Segera saya memukul bola putih dengan stick yang telah saya atur, stik mengincar tengah bola putih, cue tip dari stik saya geser ke bagian kiri berhubung bola 4 ada di sebelah kiri meja … dan pakkkk…. bola 6 terkena bola nomor 2 (seperti harapan saya) terdorong masuk ke lubang ujung kanan meja.

Semua orang kaget… sayapun reflex berucap “astagfirullah” ternyata itu adalah fault, karena seharusnya saya mengarahkan ke bola nomor satu dulu…

Hilangdeh kesempatan saya untuk melakukan shooting berikutnya, saya tersandar ke dinding dan menyaksikan secara pasrah lawan saya mengalahkanku dengan berbagai skillnya. Draw shoot, follow shoot dan stop shoot sangat mahir dia lakukan.

Saat itu saya tahu bahwa saya sudah tidak punya harapan lagi untuk menang, konsentrasiku sulit untuk hadir kembali ditambah energy yang sudah tidak mampu lagi kembali. Saya kemudian mendatangi lawan saya tersebut dan menyodorkan tangan mengakui kekalahan.

Lumayanlah untuk hari ini kekalahan saya. Tapi tunggulah prend, besok saya usahakan kita bertemu kembali. Saat itu saya tidak mau kalah karena malam ini saya benar-benar mengantuk dan isi kepala saya cuman tempat tidur.

Sebelum pulang saya membeli kaos tangan untuk dapat saya gunakan main besok, tanpa pelu melumuri seluruh sisi atas stik dan tangan dengan bedak.

Saya kalah malam ini, tapi saya menang untuk menghilangkan isi kepala saya dari segala rutinitas keseharianku. Tidak ada mengajar, tidak ada proyek, tidak ada peta, dan tidak ada analisa membingungkan yang harus aku buat… saat itu jam 1 dini hari…tidak ada kata lain setelahnya … TIDUR …


Slamat Ultah Nahdah

hari ini nahda ulang tahun yang ke-3


sebagai om-nya yang baik....... ya saya hanya bisa carikan kue ultah saja
ditunggu ya.

8 tahun lalu

8 tahun lalu kita semua masih nongkrong di malino sama-sama.....
sekarang dimana semua ya......?????



Lagu Jagoanku

3 Doors Down - Here without you





A#m F# G# A#m G# | [C#/G#]
e#-----------------------------------------------------------------|--x--
B#------2--1--1-2-------2-------1--------2--1--1-2------1--1---2/4-|--6--
G#-----3-3--3--3-3----3--3----1---1-----3-3--3--3-3-------1--1-----|--6--
D#----3---3--3----3----4-------1---1---3---3--3----3---1-----------|--6--
A#--1--------------1-4-------3-------1--------------1-3------------|--4--
E#------------------2-----4--------------------------4-------------|--4--



[Intro = A#m F# G#]

[A#m] [G#] [A#m] [F# G#]
A hundred days have made me older, Since the last time that I saw your pretty face__,
A thousand [A#m]lies have made me colder, And I [G#]don't think I can look at this the same___
[A#m]An all the miles that [G#]separate,
[A#m]They Disappear now when I'm [F#]dreamin' of your[G#]face

*
[C#]I'm here without you baby, [G#]But you're still on my lonely [A#m]mind
I think about you baby [F#]and I dream a[G#]bout you all the [C#]time
I'm here without you baby, [G#]But you're still with me in my [A#m]dreams,
And to[F#]night, there's [G#]only you and [A#m]me___[G#]yeah__.[A#m] [F#] [G#]


The [A#m]miles just keep rollin', As the [G#]people leave their way to say hello[A#m][F#][G#]
I've heard this [A#m]life is overrated, But I [G#]hope that it gets better as we go[A#m]__
hooh[F#] yeah [G#]yeah.

*
[C#]I'm here without you baby, [G#]But you're still on my lonely [A#m]mind
I think about you baby [F#]and I dream a[G#]bout you all the [C#]time
I'm here without you baby, [G#]But you're still with me in my [A#m]dreams,
And to[F#]night girl, there's [G#]only you and [A#m]me___.


Everything I know,[C#] and anywhere I go [G#]
It gets hard but it won't [F#]take away my lo__huv, [A#m]
And when the last one falls, [C#]when it's all said and [G#]done.
It gets hard but it won't [F#]take, away, my love, woah_oh__[C#]Woah_______[G#]wo-oh__[A#m] [F#][G#]

*
[C#]I'm here without you baby, [G#]But you're still on my lonely [A#m]mind
I think about you baby, [F#]and I dream a[G#]bout you all the [C#]time
I'm here without you baby, [G#]But you're still with me in my [A#m]dreams,
And to[F#]night girl, there's [G#]only you and [C#]me____[G#]yeah__[A#m]Ho_yeah, Ho-ooh[F#]-oh__[G#]oh, ho-ooh-[A#m]oh

Tulis Saja

Mari kita semua berkata tentang kebenaran, agar kita semua bisa sombong dan angkuh berjalan, bukankah itu yang dipertontonkan bagi para tokoh-tokoh skeptis pergerakan yang mereka sendiri telah teralienasi oleh alam realitas. Lambat tapi pasti akan mengarah ke arah dehumanisasi collective.

Bercerita dan bernyanyi tentang pemberontakan dan patriotisme revolusioner untuk kehidupan yang lebih ideal, ideal dalam kacamata ke-egoannya, yang kemudian di tafsirkan sebagai idealisme dan berdiri kokoh diatas istilah itu. Benarkah demikian????

Retorika dan negosiasi mengatas namakan rakyat yang tertindas, sangat menghanyutkan. Seperti sebuah harga mati dan bermimpi menjadikannya pahlawan.

Semua sangat sederhana; retorika tentang rakyat yang tertindas dan berbicara tentang kebenaran yang persetan dari realitas kebenaran itu sendiri. Itulah rumus mereka untuk menjadi seorang pahlawan.

Banyak jebolan-jebolan Bastra (Basic Training) atau intermediate bahkan advance traiining yang baru saja mendapatkan materi-materi tentang filsafat hidup, sosial, keadilan dan bahkan ke-Tuhan-an dan langsung mampu untuk membuat tentang sebuah pengklaiman mengenai realitas kebenaran, tanpa masuk dalam realitas itu sendiri.

Umumnya mereka hanya berhasil dalam satu hal yaitu tentang retorika. Hanya retorika.

Tapi apakah kemudian menjadi berhasil ketika diperhadapkan tentang pertanyaan mengenai simpati dan empati?????? Jawabnnya wallahu ‘alam bishowab. Aksi demo dan turun kejalan mungkin sebuah bentuk simpati terhadap penindasan dialam relaitas sosail kita, tapi utuk turut merasakan dan menjadi bagian dari penderitaan tersebut itu yang mungkin harus kita beri tanda tanya besar.

Itulah empati, merasakan dan menghadirkan penderitaan dari pahitnya penindasan yang dirasakan oleh para kaum marginal, kaum urban, para du’afa dan mustada’fin. Empati lahir pastilah membawa simpati dan menggerakkan semua potensi-potensi yang melekat pada diri untuk segera dijadikan sebagai alat-alat perjaungan dalam membebaskan mereka dari penindasan.

Berhasilkah? Itu bukanpertanyaan dan bukan pertanyaan yang dibutuhkan melainkan sebuah gerak yang humanis dan rasional dalam setiap tindakan yang bertanggung jawab.

Mendengarkan lagu-lagu perjuangan, nyanyian tentang revolusi dan pusi ‘kiri’ tidak memberi nilai tambah dan hanya menjadi sampah jika hanya mendengarkan saja. Banyak yang terperangkap dalam onani semu dan mengklaim diri dalam mimpi indah sebagai pejuang ketertindasan hanya degan cara mengoleksi lagu dan bacaan yang sifatnya waw dan seakan-akan.

Yang merdeka itu pemerintah dan sejahtera itu investor asing yang menguras Sumber daya Alam kita… itulah yang disampaikan Maryam kesaya. Trims,

Pagi ini di trotoar Jalan

Sabtu, May 24, 2008 (8:47 AM) Saya bangun dari tidur & sadar kalau untuk kesekian kalinya saya tidur di pinggir jalan pettarani ini di PK5. Mulut dan mukaku kering, sedangkan tidak ada air bersih yag bisa kujadikan pembersih muka apalagi untuk sikat gigi kecuali air mineral kemasan. Saya hanya mengambil satu gelas air mineral dan munggunakannya untuk berkumur, meminum sisa kopi ke-3 yang tinggal setengah dari subuh tadi dan rasanya memang sudah sedikit aneh.

Sejak subuh memang saya tertidur nyenyak sekali dan baru terbangun nanti pukul setengah semibilan lewat lima belas menit. Tiba-tiba saja saya teringat dengan si-Maryam yang saat ini masih ditahan di Polsekta Makassar Timur karena kasus demo BBM, dia memang saudara seperjuangan saya mempertahankan PK5 ini agar tak digusur. Alim mungkin pagi ini lagi praktek di laboratorium Balai Latihan Kerja seperti ungkapannya subuh tadi sebelum pamit. Si Taufik ….. saya bingung apa yang dia lakukan sekarang, smsnya terakhir minta tolong dibantu modal untuk pergi kerja di kendari. Bingung saya apa orientasi perjalanan si Taufik ini….. Yang pasti bagi Rini baru meninggalkan (atau mungkin masih di MAPERWA) kampus untuk pulang ke pondokan guna bersih diri karena semalam sampai subuh dia demo BBM kekecewaan terhadap pemerintah yang akhirnya menaikkan harga BBM.

(09:02AM) by the way, Alim datang dan mengembalikan kabel data yang dipinjamnya subuh ini dan memberikan informasi kalau dia tidak jadi praktek di laboratorium pagi ini karena kurang yang datang jadi pembayaran juga kurang. Ah…. Masa bodoh saya mau makan roti dulu, trus ngobrol dengan alim, merokok, habiskan kopi…. Dan sebentar di liat apa yang akan dilakukan sebentar……

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]