Tampilkan posting dengan label Kreatif. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Kreatif. Tampilkan semua posting

PINDAH ALAMAT

Saya telah berpindah alamat. Untuk segala ide, pemikiran, dan bentuk tulisan terbaru akan saya posting ke:

http://jalaluddin-rumi-p.blog.ugm.ac.id/

terima kasih,
Hormatku

Jalaluddin Rumi Prasad

Dsain Data Pokok Pembangunan Daerah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)

Rancang Bangun Data Pokok Pembangunan Daerah (DPPD)
berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)

(Bagian I)
by: Jalaluddin Rumi Prasad


Urgensi Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah Berbasis SIG


Pembangunan daerah pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dirancang (direncanakan) secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang khas dari daerah tersebut. Di dalam upaya pembangunan daerah kita akan dihadapkan dengan tantangan yang timbul dari daerah dan persaingan yang timbul dari daerah lainnya. Untuk mengantisipasi kondisi demikian paling tidak kita harus mengetahui keunggulan komparatif dari daerah kita, dan untuk itulah diperlukan suatu sarana sebagai penyedia data yang diperlukan.


Dari segi penyediaan data untuk pembangunan daerah, pola pikir dan pola pengambilan keputusan yang berorientasi global dapat berarti suatu tuntutan baru terhadap ketersediaan, pengelolaan dan penyajiannya. Salah satu tuntutan baru tersebut adalah tersedianya data yang lengkap dengan referensi lokasi yang jelas. Untuk itu dibutuhkan perangkat sistem informasi yang mampu menyajikan informasi dengan referensi lokasi / geografis, yaitu sistem yang dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis atau yang juga umumnya dikenal orang dengan sebutan GIS (Geographic Information System).

Sebagai data tentu saja akan dilakukan pengelolaan terhadapnya sehingga di dapatkan Informasi, dan untuk melakukan pengelolaan data dan penyajian informasi ini sering kali timbul kesulitan akibat jumlah data yang besar serta beragamnya kandungan data serta waktu yang singkat. Untuk itu perlu adanya suatu alat (perangkat) yang dapat membantu para pengelola data dalam menjalankan tugasnya dengan lebih effektif, effisien dan cepat.

Pada era teknologi informatika saat ini di kenal suatu perangkat komputasi canggih yang dapat membantu kita untuk mendapatkan kemudahan, keakuratan dan kecepatan dalam menyimpan data, mengolah data dan menyajikan informasi. Perangkat yang dimaksud tak lain adalah Komputer. Agar Komputer dapat membantu kita diperlukan Perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis pekerjaan yang kita lakukan.

Untuk dapat mempercepat pembangunan daerah mutlak diperlukan investasi baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Agar investasi yang dilakukan efektif diperlukan informasi tentang daerah serta adanya perencanaan operasional yang terarah dan berkesinambungan berdasarkan data yang akurat dan relevan. Salah satu data yang relevan adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki daerah (Sarana / Prasarana , Potensi dan Komoditi).

Ada 4 (empat) atribut dasar dari suatu daerah yang membentuk keunggulan kompetitif yaitu :
  1. Kondisi faktor
  2. Kondisi kebutuhan
  3. Kondisi industri penunjang dan industri terkait
  4. Strategi, struktur dan persaingan usaha.

Keunggulan kompetitif atas dasar inilah yang harus dijadikan pertimbangan dasar dalam penyusunan rencana pembangunan suatu daerah. Di masa lalu, kondisi faktor hanya terbatas pada lahan / sumberdaya alam , tenaga kerja dan modal. Tetapi saat ini, di era globalisasi, kondisi faktor mencakup hal yang lebih luas lagi yaitu :
  • Sumberdaya alam fisik : yaitu ketersediaan, kualitas aksesibilitas dan harga dari lahan, air, mineral dan hutan, bersamaan dengan keunggulan fisik lainnya seperti lokasi, iklim dan karakter geologi.
  • Sumberdaya manusia : yaitu kualitas, keahlian dan biaya personil, termasuk etos kerjanya.
  • Sarana dan prasarana : yaitu jenis, kualitas dan biaya pemakaian dari sistem transportasi, komunikasi, pelayanan kesehatan maupun jasa kelembagaan umum dan sosial.
  • Sumberdaya pengetahuan : yaitu kondisi kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Sumberdaya kapital : yaitu jumlah, jenis dan harga dari kapital untuk membiayai industri.

Kondisi yang lainnya seperti kondisi kebutuhan, kondisi industri penunjang dan industri terkait serta kondisi struktur usaha juga merupakan dasar pertimbangan penting dalam penentuan keputusan investasi baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.

Karakteristik dari kondisi-kondisi tersebut di suatu daerah menentukan tingkat keunggulan kompetitif dari daerah tersebut terhadap daerah lain. Oleh karena itu, tantangan utama pembangunan daerah dalam era globalisasi tidak lain adalah identifikasi, pemasaran dan pemanfaatan keunggulan kompetitif daerah secara optimal yang pada giliran berikutnya akan secara maksimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah secara berkelanjutan.

Urgensitas yang mesti dijalankan guna mengatasi masalah tersebut adalah dengan menyusun suatu format pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).

Data Pokok Pembangunan Daerah (DPPD) pada intinya mengandung data / informasi dasar yang menggambarkan (fakta) karakteristik dasar suatu daerah. DPPD inilah yang akan dimanfaatkan sebagai sarana penyedia data untuk memberikan informasi tentang keunggulan kompetitif suatu daerah. Dengan mengacu pada DPPD ini diharapkan bahwa penyusunan paket perencanaan pembangunan daerah dilakukan berdasar dukungan data dan informasi yang secara obyektif dan bukan berdasar berbagai bentuk pertimbangan yang kadang kala mengandung muatan yang sangat subyektif. Yang perlu diingat adalah bahwa pembangunan daerah merupakan kegiatan yang berkesinambungan sehingga sangat diperlukan perencanaan yang berkualitas dan tentu saja kualitas perencanaan ditentukan oleh kualitas data dan informasi tentang kinerja masa lampau dan visi tentang masa depan. Tanpa keduanya, dokumen perencanaan akan identik dengan dokumentasi angan-angan. Dari sudut penyusunannya, kualitas dokumen perencanaan sangat ditentukan oleh ketersediaan data mutakhir yang relevan, baik data tentang kondisi, potensi, sarana dan prasarana, komoditi, tantangan pembangunan daerah maupun spesifikasi masing-masing sektor yang ada dan keterkaitan antara keduanya.

Secara global , karakter keruangan (spasial) suatu daerah yang berbeda dari daerah lain merupakan bagian dari keunggulan komparatif dari daerah tersebut. Sebagai contoh daerah dataran tinggi, mempunyai potensi untuk membudidayakan tanaman yang memerlukan iklim yang sejuk seperti apel, anggur, jamur dan lainnya; sedangkan daerah dataran rendah mempunyai potensi untuk membudidayakan tanaman yang memerlukan iklim yang panas. Selain itu di dalam daerah itu sendiri terdapat pula variasi spasial (penyebaran) baik sumberdaya maupun kegiatan yang dikelompokkan dalam 3 (tiga) klasifikasi yang harus dapat terungkap dalam data pokok pembangunan daerah yaitu :
  • Sarana dan Prasarana : yaitu seluruh infrastruktur hasil dari kegiatan pembangunan / peremajaan seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, gedung sekolah, terminal dan lain sebagainya.
  • Komoditi : yaitu seluruh hasil proses dan jasa yang dapat ditawarkan seperti hasil kerajinan dan industri, jasa perhotelan, kepariwisataan dan lain sebagainya.
  • Potensi : yaitu faktor fisik / sumberdaya alam yang mempunyai kemampuan untuk di eksploitasi / di proses seperti jenis tanah, tataguna tanah, curah hujan, ketinggian / lereng, tataguna hutan, penyebaran penduduk usia produktif dan lain sebagainya.
Untuk dapat menyajikan informasi tentang penyebaran obyek dalam ruang diperlukan suatu sistem informasi yang mempunyai kemampuan untuk mengelola, menampilkan dan menganalisa atribut lokasi (referensi geografis) di samping atribut lainnya. Sistem informasi yang mampu melakukan proses inilah yang dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan SIG, penyebaran obyek dalam ruang dapat disajikan dalam bentuk peta-peta digital dimana setiap obyek di peta (titik, garis / sekmen dan luasan / poligon) dapat dihubungkan dengan basis data yang memuat jenis data lainnya seperti numerik, teks, grafik, animasi, suara dan citra. Tersajinya informasi lokasi dan atribut-atribut lain dalam suatu sistem memungkinkan dilakukannya analisa keruangan seperti pengukuran dimensi ruang (jarak dan luas), kedekatan dan pertampalan (proximity and overlap), maupun keterikatan dalam jaringan transportasi (network linkages).

Dengan demikian Data Pokok didalam pengertian saat ini adalah Basis Data Perencanaan Pembangunan Daerah. Sedangkan Pengertian Program Data Pokok adalah pengelolaan data dan informasi bagi kebutuhan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan hasil pembangunan di daerah. Selain itu Data Pokok juga dimaksudkan untuk memudahkan dalam melaksanakan Koordinasi dalam rangka menterpadukan kegiatan pembangunan di daerah baik sektoral maupun regional.

Manfaat

Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah dalam pengolahannya nanti diharapkan menjadi sebuah informasi komprehensif untuk dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah dalam proses pengambilan keputusan.
Basis Sistem Informasi Geografis yang terpublikasi melalui internet juga diharapkan data pokok tersebut dapat menjadi informasi berharga bagi mahasiswa, peneliti, investor, LSM, lembaga donor atau siapapun yang memiliki kepentingan terhadap daerah.
Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan berbasis Web Interaktif ini, diharapkan dapat memberikan manfaat berupa:
  1. Sebagai alat informasi dan komunikasi data untuk menyampaikan informasi potensi geografi sebuah daerah,
  2. Sebagai sarana untuk analisis hubungan diantara gejala-gejala keruangan,
  3. Sebagai sarana untuk penyampaian pendapat atau perencanaan mengenai ruang,
  4. sebagai sarana untuk peramalan gejala geografi yang mungkin terjadi dikemudian hari.
Bersambung....

Jalaluddin Rumi Prasad, manusia merdeka dalam berfikir bersikap dan berbuat demi Geografi.

DESAIN SISTEM INFORMASI KEHUTANAN (SIMHUT) BERBASIS WEB GIS

MENAMPILKAN APLIKASI
Aplikasi SIMHUT ini dibuat berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) dimana aplikasi web mapping sebagai output. Untuk menampilkannya dengan cara melakukan klik ganda pada icon SIMHUT pada desktop.
Tampilan Desktop pada monitor


TAMPILAN APLIKASI (fungsi dan fitur) WebGIS SIMHUT
Bila berhasil dijalankan, tampilan WebGIS ini saat pertama kali diaktifkan adalah sebagai berikut.
Tampilan pada aplikasi WebGIS SIMHUT

KOMPONEN-KOMPONEN APLIKASI
Penjelasanmasing-masing komponen dari tampilan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1. Banner
Sebagai judul atau tema dari aplikasi sistem.

2. Fitur/tools Bantu
Fitur atau tools adalah perangkat untuk mempermudah user dalam mengambil informasi. Dalam WebGIS SIMHUT terdapat 7 (tujuh) tools utama. Antara lain:
a. Select
berfungsi untuk menampilkan data tabular atau informasi dari setiap entitas yang terdapat pada peta.
b. Layer Atribut Data
Merupakan jendela khusus yang menampilkan data tabular atau informasi dari setiap entitas yang terdapat pada pada peta.
c. Zoom In
berfungsi untuk memperbesar tampilan peta yang secara otomatis memperkecil nilai skala pada peta tersebut.
d. Zoom Out
berfungsi untuk memperkecil tampilan peta yang secara otomatis memperbesar nilai skala pada peta tersebut.
e. Pan
berfungsi untuk menggeser peta kearah yang user inginkan.
f. Distance
berfungsi sebagai mistar untuk mengukur jarak pada peta.
g. Clear
berfungsi untuk menghilangkan garis bantu pada muka peta ketika melakukan pengukuran jarak pada peta dengan menggunakan tools distance.
h. Total Distance
berfungsi untuk memberikan informasi mengenai hasil dari total pengukuran.

3. Muka Peta
Merupakan salah satu komopnen paling inti dari WebGIS SIMHUT yang memberikan informasi visual data spasial (peta). Setiap entitas data spasial yang tampil pada muka peta bergantung pada apa yang diaktifkan atau di klik pada symbol yang terdapat pada legenda peta.
Pada muka peta terdapat skala batangyang memberikan informasi perbandingan jarak lurus antara gambar pada muka peta dengan jarak kenyataan di lapangan.

Skala batang pada muka peta

4. Legenda Peta
Berisi symbol-simbol (line, polygon, dot) yang menjelaskan tampilan pada muka peta. Selain pemberian penjelasan juga berfungsi sebagai tools untuk menampilkan atau tidak entitas yang terdapat pada muka peta.

5. Indeks Peta
Memberikan gambaran wilayah seluruh Kabupaten Pinrang dengan ukuran yang lebih kecil. Pada indeks peta ini terdapat sebuah frame berwarna merah yang menunjukkan wilayah mana yang ditampilkan oleh muka peta.

6. Koordinat Kursor
Memberikan informasi koordinat bumi (latitude dan longitude) ketika kursor berada pada muka peta.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Bersambung.....

Ternyata kita lagi kembangkan roket juga...


Pagi ini saya terbangun (seperti biasa) agak siang menjelang shalat dhuhur... aktifitas rutin lainnya adalah baca koran dulu (yang ini wajib) sambil nge-teh. Kebetulan di rumah hanya berlangganan koran fajar saja, jadi hanya itu yang bisa saya baca.

Mata saya otomatis langsung terpusat pada kolom bawah di halaman pertama yang berjudul "Belajar dari Buku, Terbangkat Roket Berbobot 1 Ton" sambil membakar rokok dan minum teh saya mulai berkonsentrasi dan bergumam "sepertinya seru nih....". Tebakan saya memang benar, rubrik tersebut mengulas tentang Rika Andiarti, Ilmuan pembuat roket terbesar pertama di Indonesia.

ini salah satu kutipan koran tersebut ketika mewawancarai ilmuannya:
Kepada Fajar wanita berjilbab itu dengan sabar menjelaskan tahapan-tahapan pembuatan roket yang menurutnya adalah roket terbesar yang pernah dibuat Lapan. Roket tersebut diperkirakan memiliki berat 1 ton. Namanya, RPX 420. "Saat ini Lapan sedang memiliki program besar. Yakni, menerbangkan satelit dari bumi Indonesia," katanya bersemangat.

Setelah membaca edisi 19 maret '09 hari kamis, saya langsung mencari terbitan hari ini (red: jum'at, 20 maret) ternyata masih berlanjut. Kali ini membahas mengenai Drs. Sutrisno, M.Si sebagai perancang roket dari Indonesia juga.

Dari kedua tulisan tersebut membuat saya semakin semangat dan optimis kepada Indonesia, khususnya kepada LAPAN tentunya sebagai motor penggerak project tersebut. Trus semangat ya.... jangan menyerah, dan kalau bisa prioritas saja untuk kepentingan sipil dan sains dulu, bosan rasanya kalau hal seperti ini selalu dikembangkan untuk kepentingan militer.

Teknologi Sederhana Dapat Menyadap Telepon Anda

Menyadap telepon merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang diakui secara internasional. Artinya, aktivitas penyadapan telepon di manapun tidak dibenarkan. Aktivitas ini sudah pasti mengganggu privasi seseorang sehingga sangat ditentang. Namun di lain sisi, menyadap telepon dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk mengetahui sebuah informasi yang sangat rahasia. Sehingga terkadang proses penyadapan dibenarkan. Khususnya untuk membantu proses penyelidikan pada kasus yang sangat berbahaya/besar. Aktivitas menyadap juga dapat menjadi cara yang efektif mengontrol penggunaan telepon. Bahkan sebagian orang ada juga yang menggunakan kegiatan menyadap ini sebagai salah satu sarana pencuran pulsa.

Yang paling besar memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas ini adalah perusahaan telekomunikasi. Karena di sanalah semua bentuk komunikasi bermuara. Namun, bukan berarti orang awam tidak dapat melakukannya. Proses penyadapan dapat dilakukan dengan sangat cepat dan mudah. Meskipun semakin sederhana, semakin mudah diketahui.

Kemudahan aktivitas sadap menyadap ini membuat seorang informan (penjahat maupun pemerintah) atau mata-mata melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa sandi.

Pada Jaringan Analog
Seperti yang tadi telah diungkapkan bahwa menyadap adalah aktivitas yang sangat mudah dilakukan. Anda tidak perlu menjadi seorang detektif atau teknisi untuk dapat menyadap telepon. Bahkan anak-anak pun dapat dengan mudah melakukannya. Hanya saja tidak semua aktivitas penyadapan bisa dikatakan aman.

Aman atau tidaknya kegiatan penyadapan sangat bergantung kepada teknik dan perangkat yang digunakan. Semakin sederhana, maka semakin mudah diketahui. Sedangkan, tingkat kesulitan aktivitas ini sangat bergantung juga kepada sistem telekomunikasi yang digunakan oleh target atau korban.

Jaringan analog adalah yang paling rentan. Artinya, lebih mudah disadap dibandingkan jaringan telekomunikasi digital. Hal ini disebabkan dengan teknologi digital sinyal yang ditransmisikan kana terlebih dahulu melalui proses pengodean. Sehingga siapapun yang mencurinya tidak akan mudah mendengarkan suara yang sebenarnya. Karena harus terlebih dahulu mengubah kode-kode yang ada. Berbeda dengan sinyal analog yang bersifat langsung. Hal inilah yang memudahkan telekomunikasi dengan sinyal analog mudah dicuri. Karena seorang pencurinya tidak perlu repot mengubah atau membaca kode seperti pada transmisi digital.

Coba Anda bongkar pesawat telepon yang ada di ada di rumah. Dari boks saluran telepon sampai pesawat telepon hanya akan ada sebuah kabel dengan dua kawat tembaga di dalamnya yang dapat Anda temui. Biasanya kedua kawat tembaga ini dilapisi plastik yang berbeda warna satu sama lain. Satu kawat tembaga tempat mengalirnya sinyal ke dalam dan satu lagi untuk membawa sinyal keluar. Jika kedua kabel ini dikaitkan ke sebuah pesawat telepon lain, maka Anda dapat langsung mendengarkan percakapan pada telepon tersebut.

Konsep ini biasanya digunakan untuk rumah-rumah yang memasang teleponnya secara paralel hanya dengan bantuan spliter sederhana. Satu spliter dapat digunakan untuk memaralelkan sampai tiga telepon sekaligus, tergantung dari lubang keluarnya. Sedangkan lubang masuk hanya akan ada satu saja di belakangnya.

Adalah jumlah kabel yang sama yang akan Anda temui bila Anda membongkar sebuah gagang telepon biasa. Dan seperti layaknya pada sebuah spliter, Anda pun dapat menarik kabel dari dalam gagang tersebut untuk dapat mendengarkan pembicaraan. Masing-masing kabel mengalirkan sinyal ke speaker dan dari mikrofon.

Cara dan Alat
Dari keterangan tadi, tentu Anda sudah dapat membuat kesimpulan bahwa siapapun yang akan menyadap telepon Anda dapat melakukannya dengan dua cara. Melalui kabel di luar atau langsung dari gagang telepon.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa kegiatan penyadapan tidak akan dikatakan kejahatan bila dilakukan sepengetahuan si pengguna telepon. Kegiatan ini hanya dapat digolongkan sebagai kegiatan kejahatan bila dilakukan tanpa sepengetahuan si pengguna telepon.

Penyadapan dapat saja sah bila dilaksanakan untuk kepentingan keamanan atau membatasi pembicaraan. Misalnya saja pada telepon umum. Jika penyadapan dilakukan pada telepon umum dengan meletakkan pemberitahuan yang jelas, maka si pengguna telepon umum tersebut pasti akan merasa canggung untuk melakukan pembicaraan berbau seks dan sara apalagi rencana kejahatan.

Untuk merekam atau menyadap pembicaraan yang seperti ini, Anda hanya perlu menyediakan alat-alat yang sederhana. Yaitu sebuah tape recorder, sebuah spliter, dan kabel telepon. Caranya cukup sambungkan sebuah spliter yang membelah antara peswat telepon yang akan disadap dengan satu kabel menuju tape recorder. Lalu jalankan selalu tape recorder setiap kali ada orang yang menggunakan telepon.

Jika ingin memudahkan pengoperasian, Anda dapat menambahkan sebuah sensor yang dapat membantu tape decoder untuk bekerja secara otomatis. Atau menggunakan tape decoder yang memiliki sensor suara. Sehingga tape hanya akan merekam bila ada pembicaraan saja.

Dengan cara ini, seseorang harus selalu rajin mengontrol isi tape. Jangan sampai kehabisan. Dan harus rajin untuk membolak-balik tape. Lain halnya jika menggunakan teknologi digital dan langsung menyimpan file pembicaraan ke komputer. Dengan cara ini, data dapat lebih banyak ditampung ketimbang dengan tape biasa. Sekarang ini sudah banyak komputer atau modem yang melengkapi paketnya dengan aplikasi telepon serta phone recorder.

Sumber: http://www.pcmedia.co.id/
[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]