Dsain Data Pokok Pembangunan Daerah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)

Rancang Bangun Data Pokok Pembangunan Daerah (DPPD)
berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)

(Bagian I)
by: Jalaluddin Rumi Prasad


Urgensi Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah Berbasis SIG


Pembangunan daerah pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dirancang (direncanakan) secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang khas dari daerah tersebut. Di dalam upaya pembangunan daerah kita akan dihadapkan dengan tantangan yang timbul dari daerah dan persaingan yang timbul dari daerah lainnya. Untuk mengantisipasi kondisi demikian paling tidak kita harus mengetahui keunggulan komparatif dari daerah kita, dan untuk itulah diperlukan suatu sarana sebagai penyedia data yang diperlukan.


Dari segi penyediaan data untuk pembangunan daerah, pola pikir dan pola pengambilan keputusan yang berorientasi global dapat berarti suatu tuntutan baru terhadap ketersediaan, pengelolaan dan penyajiannya. Salah satu tuntutan baru tersebut adalah tersedianya data yang lengkap dengan referensi lokasi yang jelas. Untuk itu dibutuhkan perangkat sistem informasi yang mampu menyajikan informasi dengan referensi lokasi / geografis, yaitu sistem yang dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis atau yang juga umumnya dikenal orang dengan sebutan GIS (Geographic Information System).

Sebagai data tentu saja akan dilakukan pengelolaan terhadapnya sehingga di dapatkan Informasi, dan untuk melakukan pengelolaan data dan penyajian informasi ini sering kali timbul kesulitan akibat jumlah data yang besar serta beragamnya kandungan data serta waktu yang singkat. Untuk itu perlu adanya suatu alat (perangkat) yang dapat membantu para pengelola data dalam menjalankan tugasnya dengan lebih effektif, effisien dan cepat.

Pada era teknologi informatika saat ini di kenal suatu perangkat komputasi canggih yang dapat membantu kita untuk mendapatkan kemudahan, keakuratan dan kecepatan dalam menyimpan data, mengolah data dan menyajikan informasi. Perangkat yang dimaksud tak lain adalah Komputer. Agar Komputer dapat membantu kita diperlukan Perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis pekerjaan yang kita lakukan.

Untuk dapat mempercepat pembangunan daerah mutlak diperlukan investasi baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Agar investasi yang dilakukan efektif diperlukan informasi tentang daerah serta adanya perencanaan operasional yang terarah dan berkesinambungan berdasarkan data yang akurat dan relevan. Salah satu data yang relevan adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki daerah (Sarana / Prasarana , Potensi dan Komoditi).

Ada 4 (empat) atribut dasar dari suatu daerah yang membentuk keunggulan kompetitif yaitu :
  1. Kondisi faktor
  2. Kondisi kebutuhan
  3. Kondisi industri penunjang dan industri terkait
  4. Strategi, struktur dan persaingan usaha.

Keunggulan kompetitif atas dasar inilah yang harus dijadikan pertimbangan dasar dalam penyusunan rencana pembangunan suatu daerah. Di masa lalu, kondisi faktor hanya terbatas pada lahan / sumberdaya alam , tenaga kerja dan modal. Tetapi saat ini, di era globalisasi, kondisi faktor mencakup hal yang lebih luas lagi yaitu :
  • Sumberdaya alam fisik : yaitu ketersediaan, kualitas aksesibilitas dan harga dari lahan, air, mineral dan hutan, bersamaan dengan keunggulan fisik lainnya seperti lokasi, iklim dan karakter geologi.
  • Sumberdaya manusia : yaitu kualitas, keahlian dan biaya personil, termasuk etos kerjanya.
  • Sarana dan prasarana : yaitu jenis, kualitas dan biaya pemakaian dari sistem transportasi, komunikasi, pelayanan kesehatan maupun jasa kelembagaan umum dan sosial.
  • Sumberdaya pengetahuan : yaitu kondisi kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Sumberdaya kapital : yaitu jumlah, jenis dan harga dari kapital untuk membiayai industri.

Kondisi yang lainnya seperti kondisi kebutuhan, kondisi industri penunjang dan industri terkait serta kondisi struktur usaha juga merupakan dasar pertimbangan penting dalam penentuan keputusan investasi baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.

Karakteristik dari kondisi-kondisi tersebut di suatu daerah menentukan tingkat keunggulan kompetitif dari daerah tersebut terhadap daerah lain. Oleh karena itu, tantangan utama pembangunan daerah dalam era globalisasi tidak lain adalah identifikasi, pemasaran dan pemanfaatan keunggulan kompetitif daerah secara optimal yang pada giliran berikutnya akan secara maksimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah secara berkelanjutan.

Urgensitas yang mesti dijalankan guna mengatasi masalah tersebut adalah dengan menyusun suatu format pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).

Data Pokok Pembangunan Daerah (DPPD) pada intinya mengandung data / informasi dasar yang menggambarkan (fakta) karakteristik dasar suatu daerah. DPPD inilah yang akan dimanfaatkan sebagai sarana penyedia data untuk memberikan informasi tentang keunggulan kompetitif suatu daerah. Dengan mengacu pada DPPD ini diharapkan bahwa penyusunan paket perencanaan pembangunan daerah dilakukan berdasar dukungan data dan informasi yang secara obyektif dan bukan berdasar berbagai bentuk pertimbangan yang kadang kala mengandung muatan yang sangat subyektif. Yang perlu diingat adalah bahwa pembangunan daerah merupakan kegiatan yang berkesinambungan sehingga sangat diperlukan perencanaan yang berkualitas dan tentu saja kualitas perencanaan ditentukan oleh kualitas data dan informasi tentang kinerja masa lampau dan visi tentang masa depan. Tanpa keduanya, dokumen perencanaan akan identik dengan dokumentasi angan-angan. Dari sudut penyusunannya, kualitas dokumen perencanaan sangat ditentukan oleh ketersediaan data mutakhir yang relevan, baik data tentang kondisi, potensi, sarana dan prasarana, komoditi, tantangan pembangunan daerah maupun spesifikasi masing-masing sektor yang ada dan keterkaitan antara keduanya.

Secara global , karakter keruangan (spasial) suatu daerah yang berbeda dari daerah lain merupakan bagian dari keunggulan komparatif dari daerah tersebut. Sebagai contoh daerah dataran tinggi, mempunyai potensi untuk membudidayakan tanaman yang memerlukan iklim yang sejuk seperti apel, anggur, jamur dan lainnya; sedangkan daerah dataran rendah mempunyai potensi untuk membudidayakan tanaman yang memerlukan iklim yang panas. Selain itu di dalam daerah itu sendiri terdapat pula variasi spasial (penyebaran) baik sumberdaya maupun kegiatan yang dikelompokkan dalam 3 (tiga) klasifikasi yang harus dapat terungkap dalam data pokok pembangunan daerah yaitu :
  • Sarana dan Prasarana : yaitu seluruh infrastruktur hasil dari kegiatan pembangunan / peremajaan seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, gedung sekolah, terminal dan lain sebagainya.
  • Komoditi : yaitu seluruh hasil proses dan jasa yang dapat ditawarkan seperti hasil kerajinan dan industri, jasa perhotelan, kepariwisataan dan lain sebagainya.
  • Potensi : yaitu faktor fisik / sumberdaya alam yang mempunyai kemampuan untuk di eksploitasi / di proses seperti jenis tanah, tataguna tanah, curah hujan, ketinggian / lereng, tataguna hutan, penyebaran penduduk usia produktif dan lain sebagainya.
Untuk dapat menyajikan informasi tentang penyebaran obyek dalam ruang diperlukan suatu sistem informasi yang mempunyai kemampuan untuk mengelola, menampilkan dan menganalisa atribut lokasi (referensi geografis) di samping atribut lainnya. Sistem informasi yang mampu melakukan proses inilah yang dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan SIG, penyebaran obyek dalam ruang dapat disajikan dalam bentuk peta-peta digital dimana setiap obyek di peta (titik, garis / sekmen dan luasan / poligon) dapat dihubungkan dengan basis data yang memuat jenis data lainnya seperti numerik, teks, grafik, animasi, suara dan citra. Tersajinya informasi lokasi dan atribut-atribut lain dalam suatu sistem memungkinkan dilakukannya analisa keruangan seperti pengukuran dimensi ruang (jarak dan luas), kedekatan dan pertampalan (proximity and overlap), maupun keterikatan dalam jaringan transportasi (network linkages).

Dengan demikian Data Pokok didalam pengertian saat ini adalah Basis Data Perencanaan Pembangunan Daerah. Sedangkan Pengertian Program Data Pokok adalah pengelolaan data dan informasi bagi kebutuhan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan hasil pembangunan di daerah. Selain itu Data Pokok juga dimaksudkan untuk memudahkan dalam melaksanakan Koordinasi dalam rangka menterpadukan kegiatan pembangunan di daerah baik sektoral maupun regional.

Manfaat

Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah dalam pengolahannya nanti diharapkan menjadi sebuah informasi komprehensif untuk dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah dalam proses pengambilan keputusan.
Basis Sistem Informasi Geografis yang terpublikasi melalui internet juga diharapkan data pokok tersebut dapat menjadi informasi berharga bagi mahasiswa, peneliti, investor, LSM, lembaga donor atau siapapun yang memiliki kepentingan terhadap daerah.
Pengelolaan Data Pokok Pembangunan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan berbasis Web Interaktif ini, diharapkan dapat memberikan manfaat berupa:
  1. Sebagai alat informasi dan komunikasi data untuk menyampaikan informasi potensi geografi sebuah daerah,
  2. Sebagai sarana untuk analisis hubungan diantara gejala-gejala keruangan,
  3. Sebagai sarana untuk penyampaian pendapat atau perencanaan mengenai ruang,
  4. sebagai sarana untuk peramalan gejala geografi yang mungkin terjadi dikemudian hari.
Bersambung....

Jalaluddin Rumi Prasad, manusia merdeka dalam berfikir bersikap dan berbuat demi Geografi.

3 komentar:

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]