Mimpi yang aneh...

Setelah menyusun Buku Notulensi Konsolidasi region ANBTI Sulawesi Maluku


Malamnya saya bermimpi, kebetulan tertidur dalam kelelahan dimana baru saja menyelesaikan ‘Buku Notulensi’ Konsolidasi Bhinneka Tunggal Ika. Mimpi itu seperti nyata dan saya mengenal aktor-aktor dalam mimpi itu dengan sangat jelas. Oh iya … sepertinya saya harus menyebutkan tanggal supaya tidak tersesat dalam sejarah posting ini nantinya, saat itu tanggal 25 februari 2009. Dalam memori saya waktu itu, saya melihat hanyku tersayang, Samrina Jayusman terus sobatku di prukut Ipink dan seseorang yang saya tidak kenal, namun seperti pernah melihatnya. ‘bout mimpi itu saya singkat saja…

Rina duduk di teras sebuah rumah panggung dengan baju yang saya kenal betul karena sering dia kenakan kalau keluar denganku untuk hal-hal yang sifatnya santai, sebuah baju kaos berwarna merah dengan lengan panjang + jeans. Dia duduk sambil (kalau tidak salah) memperhatikan kebersihan kukunya seperti yang selalu dia lakukan di halaman rumahnya di jalan mappaouddang. Ipink menggunakan baju berwarna hitam dan sedang ngobrol denganku di bawah kolong rumah. Kondisi existing rumah tersebut adalah rumah panggung tepat di pinggir laut dengan kesibukan pekerjaan sebuah proyek konstruksi  fisik bangunan yang sepertinya sedang membangun pondasi dia atas garis pantai.

Di atas sebuah pondasi, saya melihat sebuah perempuan berdiri sendiri dengan mengenakan baju kaos berwarna putih dengan rambut seleher, beberapa kali melihat kearah kami (saya dan ipink) yang sedang berdialog. Ipink kemudian beranjak pergi dan saya melihat kearah Rina dengan maksud mendatanginya, namun masih dua langkah tiba-tiba saya meihat kearah perempuan tersebut yang ternyata sedang menceburkan diri kedalam laut. Saya kaget dan berlari sambil melompat dengan meceburkan tangan yang mengarah kedepan lebih dulu dan merapatkan kedua kaki di belakang dengan maksud menyelam. Tapi koq aneh yah? Saya tidak merasa nafas saya terganggu di dalam air begitupun dengan penglihatan saya. 

Saya mengayunkan badan kearah kiri dan melihat perempuan tersebut mengapung rileks di dalam air laut sambil mengarahkan tangan kanannya kearahku seolah-olah hendak berkenalan. Saya tiba-tiba merasa lupa dengan keanehan yang sedang terjadi bahwa saya sedang melanggar hukum alam yaitu dapat berkomunikasi di dalam air dan menyambut tangannya dengan tangan kananku dan menyelesaikan ritual perkenalan ini. Saat mengajaknya kembali kepermukaan, saat itulah saya terbangun.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]