Tampilkan posting dengan label Referensi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Referensi. Tampilkan semua posting

SISTEM PROYEKSI DAN DATA DALAM GOOGLE EARTH

Ketika sedang melakukan surfing di situs earth google saya menemukan sebuah referensi yang sangat fundamental bagi seorang geograf yang sangat amatiran seperti saya yaitu pemahaman paling mendasar tentang proyeksi dan data yang digunakan dalam Google Earth. Begitu pentingnya bagi saya sehingga hemat saya berfikir untuk menyalinnya dalam blog pribadi saya ini sebagai referensi. sumber tulisan ini dapat ditemukan di http://earth.google.com/


Catatan Tentang Proyeksi dan Data

Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana dengan data WGS84 untuk basis pencitraannya.

1.     Silinder Sederhana (Plate Carree) Proyeksi

2.     Basis Gambar Google Earth

Umumnya, data yang diimpor ke aplikasi Google Earth dibuat dengan sistem koordinat geografis yang spesifik, misalnya proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator) dan data NAD27 (Data Amerika Utara, 1927). Setiap sistem koordinat geografis dapat menetapkan koordinat yang sedikit berbeda untuk lokasi yang sama di bumi. Bila data diimpor ke Google Earth, data tersebut akan diinterpretasikan berdasarkan sistem koordinat Google Earth.

Pada kondisi umum, proyeksi ulang akan berfungsi seperti yang diharapkan. Dalam kondisi tertentu, transformasi mungkin tidak berfungsi dengan benar. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan alat pihak ketiga untuk mentransformasi data dari sistem koordinat awal ke sistem koordinat yang digunakan oleh Google Earth.

Selanjutnya di bagian ini akan dijelaskan secara singkat tentang proyeksi peta dan data.

Apakah yang dimaksud dengan Proyeksi Peta?

Proyeksi peta adalah pernyataan matematis yang digunakan untuk menggambarkan permukaan 3D bumi yang bulat pada bidang datar peta 2D.


  1. Bumi 3D
  2. Proyeksi Mercator

Proses ini selalu mengakibatkan distorsi pada satu atau beberapa properti peta, misalnya area, skala, bidang, atau arah. Karenanya, ratusan proyeksi telah dibuat untuk menggambarkan elemen peta tertentu secara akurat atau menyesuaikan jenis peta tertentu.

Sumber data peta berasal dari berbagai proyeksi, tergantung pada karakteristik yang dipilih kartografer untuk menggambarkannya secara lebih akurat (dengan memperhatikan karakteristik lain). Pada contoh di atas, proyeksi Mercator akan mempertahankan sudut tegak lurus garis lintang dan garis bujur pada area tersebut yang akan terdistorsi di kutub, sehingga dataran yang ditampilkan lebih besar dari sebenarnya.

Berikut adalah beberapa proyeksi peta umum:

spacerProyeksiKeteranganContoh
Albers Equal Area ConicBiasanya digunakan untuk kawasan sempit atau negara yang terbentang dari timur ke barat, namun bukan benua. Mempertahankan sudut antara meridian dan paralel. Berupaya untuk meminimalkan distorsi skala linear dan bidang, namun keduanya kurang tepat. Contoh di sini menunjukkan tampilan proyeksi ini di permukaan bumi.Contoh Albers Equal Area Conic
Oblique Mercator (Hotine)Proyeksi silinder sama seperti proyeksi Mercator, namun silinder digeser sejajar dengan kawasan yang letaknya miring dan tidak mengikuti sumbu utara-selatan maupun timur-barat. Kawasan yang akan dipetakan biasanya berupa bagian kecil sepanjang garis meridian dan berdekatan secara lateral. Misalnya, proyeksi ini awalnya dibuat untuk memetakan semenanjung Malaysia.Contoh Oblique Mercator (Hotine)
 Chamberlin TrimetricDigunakan oleh National Geographic Society untuk memetakan sebagian besar benua. Proyeksi ini merupakan ekuidistan tiga titik yang dirancang untuk mempertahankan jarak antara tiga titik acuan relatif terhadap titik lain.Contoh Chamberlin Trimetric
 Lambert Conformal ConicSebuah proyeksi ideal untuk garis lintang tengah dan/atau dengan wilayah yang akan dipetakan berorientasi timur-barat. Proyeksi ini sering ditemukan di peta USGS yang dibuat setelah tahun 1957. Skala mendekati akurat pada area tersebut.Contoh Lambert Conformal Conic

Bila membuat database seluruh bumi, satu proyeksi global merupakan cara yang paling mudah. Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana untuk basis pencitraannya. Proyeksi peta ini cukup sederhana dengan sistem paralel dan meridian merupakan ekuidistan, garis horizontal dan kedua garis memotong pada sudut tegak lurus. Proyeksi ini juga dikenal sebagai Lintang/Bujur WGS84.

Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana untuk basis pencitraannya

  1. Proyeksi Silinder Sederhana (Plate Carree)
  2. Basis Gambar Google Earth
 

Apakah yang dimaksud dengan Data?

Sewaktu proyeksi digunakan dalam pemetaan untuk menetapkan bumi pada permukaan datar, maka data digunakan untuk menjelaskan bentuk bumi yang sebenarnya dalam persamaan matematis. Hal ini disebabkan oleh permukaan bumi yang tidak bulat sempurna, namun mirip elips. Data juga menetapkan hubungan koordinat garis lintang dan bujur terhadap titik pada permukaan bumi serta menetapkan basis untuk pengukuran derajat ketinggian.

Seperti pada proyeksi, terdapat lebih dari satu interpretasi matematis bentuk bumi. Google Earth menggunakan data WGS84.

spacerSeperti pada proyeksi, terdapat lebih dari satu interpretasi matematis bentuk bumi
  1. Kutub Utara
  2. Khatulistiwa
  3. Kutub Selatan
  4. Sumbu semi pendek atau radius kutub
  5. Sumbu semi panjang atau radius khatulistiwa

spacer Sumbu semi panjangSumbu semi pendek
 NAD836,378,137.06,356,752.3141
 WGS846,378,137.06,356,752.3142
 Clark 18666,378,206.46,356,583.8
 Airy 18306,377,563.46,356,256.9




PENGELOLAAN AIR LIMBAH KAKUS

PENDAHULUAN

Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia.

Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.

Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
1)Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
2)Tidak mengotori permukaan tanah.
3)Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
4)Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
5)Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
6)Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
7)Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.

Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap
pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang.

Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan
yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan. Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair, padat
dan gas.

1)Pengelolaan air limbah kakus I.
2)Pengelolaan air limbah kakus II.
3)Pengelolaan air limbah cucian.
4)Pembuatan saluran bekas mandi dan cuci
5)Pengelolaan sampah
6)Pengelolaan limbah industri rumah tangga.
7)Pengelolaan air limbah rumah tangga I
8)Pengelolaan air limbah rumah tangga II
9)Pengelolaan air limbah

2.URAIAN SINGKAT
Kakus adalah suatu cara pembuangan air kotoran manusia agar air kotoran tersebut tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan. Dibuat bak penampung kotoran (septik tank) yaitu A bak pengumpul dan B bak peresapan yang dihubungkan dengan saluran pipa pralon. Air limbah kakus dialirkan melalui pralon ke bak penampung kotoran berdinding kedap air. Berikut ini contoh membuat bak penampung kotoran dengan jumlah keluarga 6 orang dan dalam jangka waktu 5 tahun, sedangkan waktu tinggal dalam tangki direncanakan minimal 2 hari (24 jam).

Untuk mendapatkan gambaran besarnya tangki yang harus dibuat maka diperoleh dengan cara sebagai berikut :
a.Jumlah air limbah yang dibuang setiap hari sekitar 100 liter/orang/hari.
b.Besarnya tangki pencerna dalam 1 tahun 2 x 6 x 100 liter = 1.200 liter.
c.Banyaknya lumpur sebesar 30 liter/orang/tahun.
d.Banyaknya lumpur selama 5 tahun 6 x 30 liter x 5 = 900 liter.
e.Jadi untuk melayani keluarga tersebut di atas diperlukan tangki pencerna 1,2 m3 dengan ruang Pengumpul lumpur sebesar 0,9 m .

3.BAHAN
1)Batu bata
2)Pipa pralon
3)Semen
4)Pasir
5)Tangki kotoran
6)Ijuk
7)Seng/genteng
8)Kerikil
9)Lem

4.PERALATAN
1)Gergaji
2)Cangkul
3)Meteran
4)Parang
5)Cetok
6)Ember
7)Besi runcing

5.PEMBUATAN
Bangunan kakus dibuat dari batu bata, campuran semen an pasir, serta atapnya dari genteng/seng. Kakus dengan lubang leher angsa dipasang (1), kemudian dibuat tangki kotoran dengan dinding kedap air. Untuk mengalirkan udara dari tangki keluar dipasang pula pralon berukuran kecil yang berbentuk
huruf T. Kemudian dibuat sumur resapan yang didalamnya diisi kerikil, ijuk dan dinding peresapan berlubang-lubang. Pembuatannya dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.


Gambar 1. Pengelolaan Air Limbah Kakus

6.PENGGUNAAN
Untuk membuang air kotoran manusia (tinja dan air seni).

7.PEMELIHARAAN
Perlu dibersihkan dengan menggunakan karbol/densol dengan takaran sesuai aturan. Jangan masukkan benda-benda padat seperti : kerikil, batu, kertas, kain, plastik dsb. Karena akan menyumbat saluran air.

8.KEUNTUNGAN
Mudah dibuat, sederhana, bahan mudah didapatkan dan murah.

9.KERUGIAN
Peresapan air tergantung dari kapasitas tangki/bak dan jenis tanahnya. Semakin kecil bak peresapan senmakin kecil resapanya.

Catatan lain-lain :
Sebaiknya diusahakan kakus supaya tetap bersih dan berbau harum

10.DAFTAR PUSTAKA
1)Pengelolaan Aair Limbah Kakus. Jakarta : Direktorat Perumahan, Ditjen Cipte Karya-Departemen Pekerjaan Umum.
2) Sanitation without water . Winblad PL 2205 S 68200 Filipstad, Sweden

11.INFORMASI LEBIH LANJUT
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 - INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
2. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

Menuju 01 Makassar 2008

sumber: maqbulhalim.blogs.friendster.com

Saya sudah menyaksikan berbagai baligo, spanduk dan poster yang menjajakan wajah orang-orang yang yakin dapat terpilih menjadi walikota atau wakil walikota. Semuanya beragam, tergantung dari seragam yang mereka gunakan, atau panorama yang melatari gambar/foto mereka. Ada tiga dari mereka yang menurutku adalah sahabatku: Adil Patu, Ilham Arief Sirajuddin, dan Zulkifli Gani Ottoh. Selebihnya adalah teman saya juga seperti Jaffar Sodding, Abraham Samad, dan Busra Abdullah.

Ilham adalah ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar. Sebelum ia terpilih sebagai walikota Makassar melalui Perlemen tahun 2004, ia adalah calon anggota terpilih DPRD Kota Makassar melalui Pemilu Legislatif 2004 dari Daerah Pemilihan (DP) III: Kec. Panakkukang dan Kec. Manggala. Ketika itu, ia juga sudah menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar. Pada Pemilu 1999, Ilham juga terpilih untuk duduk sebagai wakil rakyat di perlemen propinsi Sulsel untuk tahun 1999-2004. Ketika ia menjadi legislator itu juga, saya sempat bertemu beberapa kali di kantor tabloid berita tempatku bekerja sebagai wartawan.

Zulkifli Gani Ottoh adalah kolega saya di KPU Kota Makassar. Sampai sekarang, ia masih menjabat sebagai ketua. Ia menyandang jabatan di berbagai organisasi. Tahun 2007, ia terpilih sebagai ketua PWI Sulsel. Ia juga menjadi komisaris pada berbagai perusahaan yang tergabung dalam korporasi bisnis FAJAR Grup. Saya mengenal Pak Ottoh kira-kira sembilan tahun silam, yakni sekitar tahun 1999. Waktu itu, ia bersama koleganya di Harian FAJAR menjadi seteru Nurdin Halid, pemilik tabloid berita tempat saya bekerja sebagai wartawan.

Ada lagi sahabatnya yang bernama Adil Patu. Saya belum terlalu lama mengenalnya. Saya baru mengenal dia kira-kira tujuh tahun silam. Itu pun karena ia akrab dengan Pak Darwis (dosen dan senior saya di Fisip dan Identitas Unhas), dan juga dengan kawan-kawan saya seperti Syamsu Rizal MI dan Kahar Gani. Pada awalnya, saya lebih banyak mengenalnya sebagai kader Golkar yang dikarbit-orbit oleh Marwah Daud Ibrahim. Saya akhirnya banyak berinteraksi dengannya ketika saya di Elsim Makassar sebagai peneliti media.

Setelah terpilih sebagai anggota KPU Kota Makassar periode 2003-2008, saya pun semakin banyak berinteraksi dengan mereka. Ketika Pemilu Legislatif 2004 sedang menderu, Adil Patu merasa kurang beruntung. Berbagai analisis hasil Pemilu tidak menyebut politisi yang satu ini berhasil mendapatkan kursi di perlemen Sulsel. Demikian juga hasil penghitungan sementara yang lansir oleh harian FAJAR, Pedoman Rakyat dan Tribun Timur, politisi yang hengkang dari Golkar Sulsel pada 2002 ini juga tidak dinominasikan sebagai calon anggota legislatif DPRD Sulsel dari Partai PDK yang bakal mendapatkan kursi.

Di sinilah, Adil Patu mampu mendesain teka-teki yang kian hari, kian sulit dijawab. Saya sendiri waktu itu (April 2004) sebagai anggota KPU Kota Makassar juga terperangkap kebingungan. Adil Patu memperoleh kursi di DPRD Sulsel dari Partai PDK untuk Daerah Pemilihan Sulsel I: Kota Makassar. Ia meruntuhkan dan merobohkan prediksi media dan analis. Ia, kira-kira, berdiri tegap bagai kesatria menunggu penantang sambil berkata: "Bukan hanya Golkar yang bisa memberiku kursi, diriku juga mampu." Saya sendiri tidak menemukan manfaat ketika hendak mencari tahu, penyebab apa gerangan sehingga Adil Patu memperoleh kursi di DPRD Sulsel untuk periode 2004-2009.

Beberapa pihak menduga bahwa kursi itu diperoleh Adil itu adalah berkat keterlibatannya dalam koalisi yang diberi nama "LINTAS PARPOL". Suatu koalisi yang setidaknya menghimpun beberapa partai politik peserta Pemilu Legislatif 2004 Kota Makassar seperti PSI, Partai Demokrat, PAN, PDI Perjuangan, PNBK, PDS, dan seterunya. Koalisi ini sendiri digagas oleh Reza Ali, Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Belakangan setelah koalisi itu terbentuk, bergabung pula Adil dengan menggandeng Partai PDK-nya. Meski Adil adalah tamu yang baru saja memasuki "ruang koalisi", ia mampu meyakinkan penghuni lama untuk mempercayainya sebagai koordinator Lintas Parpol. Praktis setelah itu, ia menjadi satu-satunya orang yang memegang setir kendali Lintas Parpol, sekaligus membatasi akses Reza Ali dalam koalisi. Akhirnya, koalisi yang dibentuk oleh Reza Ali ini hampir menjadi milik Adil Patu.

Mereka, partai-partai dalam koalisi itu, menyeruduk kantor PPK Kec. Manggala dan membawa kabur beberapa barang inventaris kantor kecamatan. Beberapa orang, seperti petugas PPK di kantor kecamatan, melihat Adil Patu bersama massa Lintas Parpol yang menggerubuti kantor kecamatan ketika itu. Ia bersama massa koalisi juga sempat menyandera masyarakat dan anggota PPS Kelurahan Pai Kecamatan Bringkanaya yang tengah merekap hasi penghitungan suara TPS-TPS. Adil dan massa koalisinya melakukan penyanderaan itu di kantor Kelurahan Pai selama sekitar dua jam. Demikian pula ketika itu, Adil dan massa Lintas Parpol-nya juga sempat menduduki kantor KPU Kota Makassar. Di selama "pendudukan" itu, Adil memimpin penghitungan ulang beberapa kota suara tanpa memperdulikan mekanisme yang ada dalam UU Pemilu No. 12 Tahun 2003. Saya menamai kegiatan itu dengan istilah "MENGHITUNG SENAK UDELNYA". Selama dua hari itu, kantor KPU Kota Makassar menjadi lebih semraut dari pasar tradisional yang tidak terurus dan terawat. Saya belum mengerti sampai sekarang, pihak mana yang memberi mereka peluang untuk melakukan penghitungan ulang itu? Dan, apa pula yang melatari sehingga Ketua KPU Kota Makassar, Zulkifli Gani Ottoh; Koordinator Lintas Parpol, Adil Patu; dan Ketua Panwas Kota Makassar, Ma'ruf Hafidz, berangkat ke Jakarta untuk mengkonsultasikan berbagai hal yang dipermasalahkan oleh froum Lintas Parpol ini.

Berdasarkan analisis Litbang media-media cetak lokal sebelum rapat pleno penetapan suara oleh KPU Kota Makassar dan KPU Propinsi Sulsel, saya dapat mengatakan bahwa Partai PDK Propinsi Sulsel dan Partai PDK Kota Makassar mendapatkan masing-masing satu kursi setelah berbagai kegiatan Forum Lintas Parpol itu. Sebaliknya, hasil yang dicapai forum Lintas Parpol yang dikoordinir oleh Adil ini justru mengecewakan Reza Ali. Pasalnya, kata Nuryanto G. Liwang (sekretaris Partai Demokrat Kota Makassar) setahun setelah Pemilu 2004, Forum Lintas Parpol ini digagas oleh Reza Ali bersama beberapa parpol lain untuk mempertahankan satu kursi DPRD Kota Makassar dari DP III (Kecamatan Panakkukang dan Manggala) yang bakal diperoleh Partai Demokrat. Beberapa bulan setelah penetapan kursi untuk DPRD Kota Makassar oleh KPU Kota Makassar, Reza Ali baru mengetahui bahwa forum Lintas Parpol ternyata tidak memperhatikan satu kursi yang terancam lepas dari Partai Demokrat tersebut. Akhirnya, Partai Demokrat Kota Makassar kehilangan satu kursi DPRD Kota Makassar itu, dan beralih ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP tidak bergabung dengan koalisi Lintas Parpol.

Akhirnya, Adil Patu dilantik sebagai anggota DPRD Sulsel 2004-2009. Ia kembali mendapatkan status "terhormat" sebagai wakil rakyat Sulawesi Selatan, mewakili rakyat di Kota Makassar yang sebagian sangat kecil memilih Partai PDK. Panggung yang disebut kantor DPRD Sulsel itu, kembali hadir di hadapan Adil Patu. Jurus-jurus legislator Adil kembali terhunus dan siap mengayun-tebas pada argumen-argumen pejabat ekskutif Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan. Ia bukan lagi Golkar di panggung itu. Ia adalah "Golkar Putih".

Saya juga punya kesan tentang Adil Patu yang sangat berarti untuk memahami politisi yang satu ini di tahun-tahun berikutnya. Momen itu adalah program Temu Konstituen yang dijalankan oleh CETRO di Makassar pada 2001. Saya sendiri terlibat sebagai sekretaris program. Waktu itu, CETRO bermitra dengan Polling Center (lembaga yang dibentuk H.M. Darwis, MA, DPS) untuk melaksanakan beberapa kegiatan rangkaian. Salah satunya rangkaian kegiatan adalah Perbincangan Radio (Talk) di Mercurius FM. Saya lupa dengan dipanel dengan siapa Adil Patu waktu. Pada prinsipnya, Adil Patu berusaha meyakinkan publik bahwa masyarakat, termasuk masyarakat Sulawesi Selatan, belum siap untuk memilih langsung kepala daerahnya. Pernyataan itu juga masih diulang ketika ia berbicara di Delta FM dan Independen FM. Banyak alasan yang dikemukakan untuk menguatkan pernyataannya. Saya menilai waktu itu, ia tidak mempercayai rakyat Sulsel bahwa mereka bisa dewasa menentukan pilihannya.
LIMA bulan bekalangan ini, Adil Patu kian gencar mengumumkan dirinya sebagai calon Walikota Makassar untuk periode 2009-2014. Hasratnya menyerupai badai: bergetar, tapi tetap pelan. Ia menggebrak tapi tak menabrak. Saya salut, lalu kemudian bangga. Ia nyata bergerak tetapi tetap rumit dipahami: ke arah mana, dengan cara apa, dan mampukah ia berjalan? Apa pun yang terjadi, Adil Patu telah mampu menyapa, dan juga tersenyum, dalam diam dan kaku di setiap sudut jalan dan lorong-lorong gelap di kota Makassar. Di gambar dan foto itu, Adil Patu tidak pernah marah, cemberut, atau terlihat sinis. Ia ramah, penuh sahabat, rapi-necis, dan ada keyakinan yang kuat dari pancaran matanya.
Ia juga sempat melepaskan beberapa tetes "air gula" kepada teman sejawatku, Zulkifli Gani Ottoh. Kepada Ottoh, Adil berkomitmen di akhir 2007 untuk menjadikannya sebagai wakilnya pada Pemilu Pilkada Walikota Makassar tahun 2008 ini. Belakangan saya memahami bahwa komitmen itu sangat rapuh, mengambang seperti serat kapas yang terburai di angkasa. Meski seperti itu adanya, Adil mampu memberi keyakinan kuat sehingga Ottoh tidak mampu meragukan segala-galanya dari Adil. Awal Februari lalu, Nurmal Idrus (wartawan Berita Kota Makassar) mengaku kepada saya bahwa paket pasangan Adil - Ottoh adalah cerita yang tidak akan pernah ada. Nurmal mengagumi firasatku setelah mengambil kesimpulan seperti itu.
Ia juga kian rajin menyusup ke rumah-rumah penduduk miskin di kota Makassar. Ia tidak perduli larut malam atau siang bolong. Beberapa bulan yang lalu, mungkin sekitar empat bulan, ia tidak seperti itu. Ia biasa-biasa saja terhadap siapa pun. Ia hanya seorang mantan guru yang bisa akrab dengan tokoh-tokoh elit dan feodal. Dulu, sejak 2004, hidupnya tidak pernah tersandra oleh derita miskin yang dialami oleh penduduk kota Makassar yang kurang beruntung. Sebelum mengutarakan niatnya menjadi calon walikota di akhir 2007 lalu, ia hanya minta restu dari mantan calon gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Bukan kepada orang miskin atau warga kota Makassar ia meminta restu.

a leter to every uportunis bussines....

Dear Buyer/Broker/Trader,

we know how hard it is to be successful in a campaign against Time wasting and Fraudster Commodity Sellers, of which the internet is full. We have created our service company to fight such dangerous people because too many brokers, with family and children to feed, waste months and months (some even years!!!) chasing just Fake sellers and never understand the risk of being an accessory to a fraud.

Please, think how many Commodities offers with price CIF ASWP basis you followed (that means: CIF to ANY Safe World Ports). This selling condition is merely a ridiculous condition, as it doesn't exist in the REAL COMMODITY MARKET !!! Please think of this: how the shipping cost can be the same if the final port is Australia instead Africa? Open your eyes!! The shipping service is not for free, as it's one of the MOST important expense items for selling commodities... Wake up Broker and fight with us against such a timewaster/dreamer/fraudster! Those fake offers are issued from IMPROVISED COMPANIES selling Commodities with such fictitious conditions just with the purpose to obtain Buyers pre-advice L/Cs easily and faster. Why, after opening pre-advice L/C by the Buyer, the Seller's Performance Bond never arrives? Answer: because the smart Seller already got his goal, obtaining a loan of 10-15% from the L/C’s beneficiary bank! And for that matter the FBI and police agencies worldwide have people assigned to combat those Commodities millionaire frauds, constantly checking the web and thousand of email addresses.
Another example: why do sellers over the Internet never send their past records? Why they always declare: after Buyer's LOI or ICPO and Banking soft probe, all the documents will be available (but the docs never arrive ….!!!). Why do they ask for Transferable L/C ? Think with care on the matter, please.

We strongly suggest: never to open a Pre-Advice Transferable L/C to anyone!!! Never ever!! That’s the most important useful tips we can give you.

Furthermore: never accept and sign contract providing POP (Proof of Product) showed only on a Bank to Bank basis!!! That is another INEXISTANT selling condition invented by improvised Sellers/Traders to get in advance Buyer’s L/C without showing the Proof of Product existence (because they have nothing !!). If you are lucky they will shop around with Buyer’s Pre-Advice looking for the product. If not, they will fraud people around the world with Buyer’s Pre-Advice Letters of Credit.
Remember: the POP must be issued BEFORE the Buyer’s financial instruments and never be issued from the Seller as all the people can write a POP declaration on fake letterhead (!!!). The POP shall be issued from independent company’s, such as SGS, after they have checked and “sealed” the products in the factory (!!).
Always ask for past Bill of Lading (B/L) and, if the Seller is a fake one, it will reply: we cannot as those documents are confidential. Another lie! The B/L is a public document!!!! (read below the BILL OF LADING CHECKING SERVICE article).

The truth is only one: they never sold 1Kg of product in their life! All serious and genuine Sellers can send you immediately all the information you need, before starting negotiations (customer list included !!!).
Dear friend, don't waste more time chasing such Internet unknown Commodity Suppliers, just running the risk to be implicated in a millionaire fraud and losing “each time” your hard-earned commission!

Peluang riset : "ocean affairs and law of the sea"

Buat orang-orang suka meneliti, tolong direspon nih dari
I Made Andi Arsana
http://beasiswas123.blogspot.com/2008_05_30_archive.html
--------------------------------------------------------
Dear Kolega,

Kesempatan kembali diberikan oleh UN dengan dukungan Nippon Foundation
untuk melakukan riset selama 9 bulan di bidang "ocean affairs and law
of the sea". Peserta tidak harus lawyers, bisa juga fisheries, geodet,
geologist, oceanographer, diplomat, coastal planner, anthropologist,
atau apa saja yang terkait ocean affairs and law of the sea.

Riset dibagi dua tahap, tahap pertama (6 bulan) di salah satu dari 30
institusi maritime terkemuka di Australia, Eropa atau Amerika. Tahap
kedua di Markas PBB di New York (3 bulan). Semua dana ditanggung,
allowance plus minus USD 3000 per bulan, which is really good.

Untuk ini kandidat diminta membuat proposal sesuai dengan template
yang tersedia dan menyertakan dokumen lain yang tidak terlalu sulit
untuk dipenuhi. Silahkan lihat
http://www.un.org/Depts/los/nippon/index untuk informasi lebih lanjut.
Atau menghubungi saya lewat japri.

Sebagai informasi, tahun lalu tidak ada satu pun orang Indonesia yang
melamar, sayang sekali. Setahu saya, kesempatan untuk ini terbuka
lebar. Silahkan persiapkan segala sesuatunya mulai sekarang, deadline:
Agustus 2008. Please check the website.

Demikian semoga berkenan.
Andi - UN-Nippon Fellow 2007

--
I Made Andi Arsana
Geodesy and Geomatics, Gadjah Mada University, INDONESIA
=====================================================
An Australian Leadership Award Scholar (PhD Candidate)
Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS)
University of Wollongong, AUSTRALIA
E: madeandi@ugm.ac.id
P: +61 2 4221 4883
F: +61 2 4221 5544
http://madeandi.staff.ugm.ac.id
Yahoo, GTalk, Skype : madeandi
=====================================================
[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]