SISTEM PROYEKSI DAN DATA DALAM GOOGLE EARTH

Ketika sedang melakukan surfing di situs earth google saya menemukan sebuah referensi yang sangat fundamental bagi seorang geograf yang sangat amatiran seperti saya yaitu pemahaman paling mendasar tentang proyeksi dan data yang digunakan dalam Google Earth. Begitu pentingnya bagi saya sehingga hemat saya berfikir untuk menyalinnya dalam blog pribadi saya ini sebagai referensi. sumber tulisan ini dapat ditemukan di http://earth.google.com/


Catatan Tentang Proyeksi dan Data

Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana dengan data WGS84 untuk basis pencitraannya.

1.     Silinder Sederhana (Plate Carree) Proyeksi

2.     Basis Gambar Google Earth

Umumnya, data yang diimpor ke aplikasi Google Earth dibuat dengan sistem koordinat geografis yang spesifik, misalnya proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator) dan data NAD27 (Data Amerika Utara, 1927). Setiap sistem koordinat geografis dapat menetapkan koordinat yang sedikit berbeda untuk lokasi yang sama di bumi. Bila data diimpor ke Google Earth, data tersebut akan diinterpretasikan berdasarkan sistem koordinat Google Earth.

Pada kondisi umum, proyeksi ulang akan berfungsi seperti yang diharapkan. Dalam kondisi tertentu, transformasi mungkin tidak berfungsi dengan benar. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan alat pihak ketiga untuk mentransformasi data dari sistem koordinat awal ke sistem koordinat yang digunakan oleh Google Earth.

Selanjutnya di bagian ini akan dijelaskan secara singkat tentang proyeksi peta dan data.

Apakah yang dimaksud dengan Proyeksi Peta?

Proyeksi peta adalah pernyataan matematis yang digunakan untuk menggambarkan permukaan 3D bumi yang bulat pada bidang datar peta 2D.


  1. Bumi 3D
  2. Proyeksi Mercator

Proses ini selalu mengakibatkan distorsi pada satu atau beberapa properti peta, misalnya area, skala, bidang, atau arah. Karenanya, ratusan proyeksi telah dibuat untuk menggambarkan elemen peta tertentu secara akurat atau menyesuaikan jenis peta tertentu.

Sumber data peta berasal dari berbagai proyeksi, tergantung pada karakteristik yang dipilih kartografer untuk menggambarkannya secara lebih akurat (dengan memperhatikan karakteristik lain). Pada contoh di atas, proyeksi Mercator akan mempertahankan sudut tegak lurus garis lintang dan garis bujur pada area tersebut yang akan terdistorsi di kutub, sehingga dataran yang ditampilkan lebih besar dari sebenarnya.

Berikut adalah beberapa proyeksi peta umum:

spacerProyeksiKeteranganContoh
Albers Equal Area ConicBiasanya digunakan untuk kawasan sempit atau negara yang terbentang dari timur ke barat, namun bukan benua. Mempertahankan sudut antara meridian dan paralel. Berupaya untuk meminimalkan distorsi skala linear dan bidang, namun keduanya kurang tepat. Contoh di sini menunjukkan tampilan proyeksi ini di permukaan bumi.Contoh Albers Equal Area Conic
Oblique Mercator (Hotine)Proyeksi silinder sama seperti proyeksi Mercator, namun silinder digeser sejajar dengan kawasan yang letaknya miring dan tidak mengikuti sumbu utara-selatan maupun timur-barat. Kawasan yang akan dipetakan biasanya berupa bagian kecil sepanjang garis meridian dan berdekatan secara lateral. Misalnya, proyeksi ini awalnya dibuat untuk memetakan semenanjung Malaysia.Contoh Oblique Mercator (Hotine)
 Chamberlin TrimetricDigunakan oleh National Geographic Society untuk memetakan sebagian besar benua. Proyeksi ini merupakan ekuidistan tiga titik yang dirancang untuk mempertahankan jarak antara tiga titik acuan relatif terhadap titik lain.Contoh Chamberlin Trimetric
 Lambert Conformal ConicSebuah proyeksi ideal untuk garis lintang tengah dan/atau dengan wilayah yang akan dipetakan berorientasi timur-barat. Proyeksi ini sering ditemukan di peta USGS yang dibuat setelah tahun 1957. Skala mendekati akurat pada area tersebut.Contoh Lambert Conformal Conic

Bila membuat database seluruh bumi, satu proyeksi global merupakan cara yang paling mudah. Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana untuk basis pencitraannya. Proyeksi peta ini cukup sederhana dengan sistem paralel dan meridian merupakan ekuidistan, garis horizontal dan kedua garis memotong pada sudut tegak lurus. Proyeksi ini juga dikenal sebagai Lintang/Bujur WGS84.

Google Earth menggunakan proyeksi Silinder Sederhana untuk basis pencitraannya

  1. Proyeksi Silinder Sederhana (Plate Carree)
  2. Basis Gambar Google Earth
 

Apakah yang dimaksud dengan Data?

Sewaktu proyeksi digunakan dalam pemetaan untuk menetapkan bumi pada permukaan datar, maka data digunakan untuk menjelaskan bentuk bumi yang sebenarnya dalam persamaan matematis. Hal ini disebabkan oleh permukaan bumi yang tidak bulat sempurna, namun mirip elips. Data juga menetapkan hubungan koordinat garis lintang dan bujur terhadap titik pada permukaan bumi serta menetapkan basis untuk pengukuran derajat ketinggian.

Seperti pada proyeksi, terdapat lebih dari satu interpretasi matematis bentuk bumi. Google Earth menggunakan data WGS84.

spacerSeperti pada proyeksi, terdapat lebih dari satu interpretasi matematis bentuk bumi
  1. Kutub Utara
  2. Khatulistiwa
  3. Kutub Selatan
  4. Sumbu semi pendek atau radius kutub
  5. Sumbu semi panjang atau radius khatulistiwa

spacer Sumbu semi panjangSumbu semi pendek
 NAD836,378,137.06,356,752.3141
 WGS846,378,137.06,356,752.3142
 Clark 18666,378,206.46,356,583.8
 Airy 18306,377,563.46,356,256.9




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]