"Konsolidasi Bhineka Tunggal Ika" Regional Sulawesi dan Maluku

Sebuah Catatan Bebas (#1)


Sebuah pengalaman menarik dari perjalanan kegiatan Konsolidasi Bhineka Tunggal Ika Regional Sulawesi dan Maluku yang pelaksanaannya berpusat di Asrama Haji Makassar sejak tanggal 18 sampai 22 februari 2009. Dalam kegiatan tersebut terdapat perwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang tersebar di tiap provinsi Sulawesi dan Maluku. 

Terfokus pada kebhinekaan yang menghargai banyaknya perbedaan di tiap wilayah di tanah air memunculkan fakta-fakta logis diantaranya keberagaman adalah sebuah sunnatullah atau konsekuensi logis terhadap keberadaan masyarakat dalam interaksinya yang melahirkan etnis dan budaya. Celakanya, fakta lain juga muncul bahwa terdapat indikasi yang disadari atau tidak menjadi ancaman dari keragaman tersebut yang menjurus kepada keseragaman. 

Persoalan keseragaman ini ternyata merupakan sebuah hegemoni dari mainstream besar yang berpotensi mengancam keteguhan kebhinekaan sehingga implementasi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia hampir-hampir hanya menjadi sebuah ideologi dalam konteks tekstual saja.

Adalah sebuah Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) lahir dari kesadaran individu-individu dan kolektif yang merdeka dalam melakukan analisis realitas secara kritis terhadap pelaksanaan Negara sejak masa lalu, kondisi kekinian dan penafsiran masa depan. Disadari atau tidak oleh kita, tapi mereka telah menemukan berbagai upaya dari berbagai pihak yang mencoba ‘mengaburkan’ Pancasila sebagai ruh gerakan Negara Indonesia untuk mencapai cita-citanya.

Istilah mengaburkan yang saya gunakan tersebut sesungguhnya adalah istilah yang saya gunakan untuk menunjukkan bahwa berbagai kebijakan Negara yang ada sejak era orde baru hingga saat ini ternyata sangat kontradiksi dengan pancasila yang menjadi sumber dari segala sumber hukum dari Negara kita. Dalam hal ini Negara dengan perangkat-perangkatnya telah menghegemoni rakyatnya sendiri dalam bentuk penyeragaman yang terstruktur. Bukankah ini sebuah bentuk penghianatan terhadap Pancasila?

Bukan hanya Negara, tapi beberapa kelompok masyarakatnya sendiripun melakukan upaya-upaya untuk mengganti ideologi Negara ini dimulai dengan cara-cara dominasi dan kekerasan untuk mempertontonkan kekuatannya ke kelompok masyarakat lain. 

Ada apa dengan Pancasila? 

Ini hanya menjadi posting pertama (semoga berlanjut) saya yang coba mengungkapkan berdasarkan “Kemerdekaan Berfikir”ku untuk mengkaji PANCASILA dengan keterbatasan yang saya miliki.


artikel mengenai kegiatan ini juga dapat di baca di Redaksi:
atau di media cetak lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]