terbanglah Elang-elang laut, saya lagi ngopi... (i wanna hear my heartbeat in the darkness)

catatan ini di facebook
by Jalaluddin Rumi Prasad on Sunday, 19 June 2011 at 09:48


Beberapa hari yang lalu, belum lama ini...

Pertemuan itu tidak singkat, memberi sebuah solusi dan kritikan namun membangun untuk sebuah desain dari rencana "karya" yang sedang kami susun. Sebuah diskusi dengan salah seorang yang berstatus Doktor (Dr.) di Universitas Negeri Makassar dan berkedudukan sebagai salah satu pejabat di LPM-UNM. Diantara sekian banyak topik diskusi saat itu, dihidangi teh kemasan botol traktiran beliau, ada satu point penting yang terkenang dan merubah sedikit fokus konsentrasi berfikirku. "Hari ini saya dalam kondisi bad mood" ucapnya lirih, "tadi di jurusan tempat saya mengajar, saya mengikuti rapat tentang persoalan Guru Besar yang digugat melakukan plagiat dan bukti sangat kuat" sambil menatap kosong ke arah saya dan kedua temanku. ya_ saat beliau menjelaskan tentang Guru Besar bermental instan.


Ada makna dan pesan yang sangat kuat di balik keluhan yang beliau ungkapkan... seakan meminta kami untuk tetap berorientasi pada hasil tapi tetap berfokus pada proses. Proses terkadang berat, mengecewakan, tidak kita inginkan, sulit di terjemahkan, membuat kita lambat mencapai hasil, "namun itulah proses 'nak" tegasnya. seolah meminta kami untuk tidak mengikuti pendahulu (beliau menyebutnya 'teman') yang ter-gugat plagiat tersebut. Tidak ada manusia yang sempurna, itu pasti, tapi cobalah lalui semua proses itu... karena kausalitas itu ada.


Sesaat itu, dalam perbincangan kami tersebut saya terkenang dengan semua kesalahan, kebodohan, kesengajaan, yang kulalui saat kuliah dulu... bagaimana data yang kumanipulasi, bagaimana laporan praktikum laboratorium orang lain yang kucontek menjadi laporanku, dokumen yang kurekayasa, konspirasi birokrasi untuk mendapatkan nilai baik, dan semua perbuatan instan untuk merekayasa proses... semua tergambar kembali di ingatan saya tanpa harus kuungkap dalam dialog itu, agar saya terkesan "suci" dalam diskusi (arrrrghh, kutemukan diriku sebagai orang munafik).


Saat proses "konsultasi-ku" tersebut, sebuah kutipan paragraf yang bapak saya pernah tulis muncul tidak sengaja di lembar buku pocket-ku, seolah ikut memberi guncangan batin baru;


"Pemuda adalah bagian terpenting dari masyarakat bangsa; karena pemuda adalah harapan bangsa. Mahasiswa adalah bagian terpenting dari golongan pemuda. Mahasiswa adalah gelar bagi segolongan masyarakat pemuda yang dalam perkembangan secara biologis berada pada kurun usia matang untuk siap melakukan “gerilya” mencari, menemukan dan menguasai ilmu pengetahuan dan terampil berteknologi. Karena itu masyarakat menempatkan mahasiswa sebagai tumpuan harapan. Masyarakat menanam investasi (korbanan modal) pada kehidupan mahasiswa".

Saya memang bukan mahasiswa s1 lagi, proses itu telah kulewati, tapi saya memiliki banyak teman dan saudara 'se-ideologi' yang sedang melalui proses itu. Betapa bodohnya saya yang telah mengantarkan mereka ke jurang neraka ilmu dan intelektual ketika mengajarkan dan mengarahkan mereka ke cara-cara praktis-pragmatis dan instant dengan merekayasa aturan kusertai sederet 'pembenaran' yang tidak wajar namun terkesan logis.


ya_ beliau benar, dengan mengungkapkan aib dari teman segenerasinya tersebut bermaksud untuk kami menjaga kualitas generasi kami saat ini. Banyak contoh di masa lalu bagaimana aturan itu di rekayasa, bagaimana ketetapan itu dirubah atas nama keluarga, atas nama teman dan sebagainya. Haruskah generasi sekarang menciplak proses itu? Saya 'dipaksa' sadar bahwa begitu besar pengorbanan masyarakat menempatkan mahasiswa yang bagian penting dari golongan pemuda sebagai tumpuan harapan. Sekarang, bagaimana pemuda ini menjawab harapan itu??? terbanglah Elang-elang laut, sementara itu biarkan saya sejenak menghabiskan kopiku yang sudah dingin ini, sudah cukup banyak dosa yang kulalui di masa lalu dan tidak mungkin lagi kurubah jadi abu seperti abu rokok yang ku tumpahkan di asbak besar ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]