Logika Vs Cinta ...[1]

Catatan ini di facebook
by Jalaluddin Rumi Prasad on Wednesday, 06 July 2011 at 08:59

Logika merupakan disiplin ilmu yang mengkaji prinsip-prinsip dan hukum-hukum akal atau yang mengatur cara kerja akal (berpikir) secara tepat berdasarkan sebagaimana mestinya akal tersebut bekerja. Jika terjadi kemandekan (stagnasi) cara kerja akal (berpikir), maka logikalah yang datang mengembalikan cara kerja akal (berpikir) kepada koridor yang tepat (baca: aturan berpikir benar). Akal sebagaimana kodrat-kodrat lain dalam diri manusia tersusun secara harmonis. Harmonis artinya memiliki prinsip-prinsip dan hukum-hukum tersendiri.

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa (Wikipedia). Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), logika diartikan sebagai pengetahuan tentang kaidah berpikir, juga diartikan sebagai jalan pikiran yang masuk akal.

Karena merupakan sebab dari akal; dalam tulisan saya ini, saya mencoba untuk lebih mendalami akal sebagai sebab dari logika itu sendiri. ya, walaupun dengan kesadaran bahwa akal juga sesautu yang sulit terdefenisikan, sehingga membicarakan akal sering berdasarkan pengaruhnya saja. Bahkan dalam Al-Qur’an akal di sebutkan hanya dari segi efek yang ditimbulkan saja. Diantaranya;

  • QS. Al-Mulk: 67, orang yang tidak menggunakan akalnya sebagai penghuni neraka.
  • QS. Yunus : 42, menempatkan akal sebagai sarana mendengar dan yang tidak berakal sebagai tuli.
  • QS. Yunus :10, akal diposisikan sebagai syarat keberimanan seseorang dan yang tidak menggunakannya sebagai orang yang dimurkai Allah.
  • QS. Ar Rum : 24, meletakkan fenomena alam tanda bagi orang yang berakal.
  • QS. Az-zumar :18, Allah menyatakan orang yang mendapat petunjuk adalah orang-orang yang berakal.
  • QS. Al-An’aam : 166, Membuktikan bahwa orang yang tidak berakal akan hanya mengikuti hawa nafsu dan persangkaan saja.
  • QS. Al-Anfaal : 22, orang yang tidak berakal dipandangan Allah sebagai binatang buas yang sangat buruk.

Dari beberapa penjelasan yang ada, cukuplah kiranya saya mempunyai gambaran yang jelas tentang pentingnya akal dalam hidup ini, sehingga mengetahui bahwa akallah sebagai penentu kebermanusiaan kita. Sebagaimana Hadist qudsi yang menyebut akal sebagai ciptaan pertama yang sekaligus mengindikasikan bahwa perjalanan manusia untuk menemukan yang dicarinya, semua bergantung seberapa besar penggunaan akal dalam kehidupan ini.

Begitu pentingnya akal sehingga keberadaan logika mutlak digunakan dalam kehidupan. Lantas, bagaimanakah logika di gunakan sehingga akal bisa bekerja dengan baik? Bisakah logika di benturkan dengan cinta? dalam tulisan berikutnya insya Allah saya coba urai, tentunya dengan keterbatasan logika saya yang membuat akal saya juga terbatas... yang kemudian saya kembalikan ke logika pembaca tulisan ini untuk menilai. (wallahu a'lam bisshowab).

bersambung Logika Vs Cinta ...[2] di kesempatan berikutnya *semoga.

1 komentar:

  1. BAGUS TULISAN MAKASIH DI TUNGGU YAH Logika Vs Cinta ...[2] BERIKUTNYA

    BalasHapus

[Informasi Tracking Satelit Aqua (Modis) Secara Real Time]